Bisa di bilang Jakarta Undercover tuh film "sakit" kenapa? Karna jarang ada film yang berani ngumbar tete Nikita Mirzani dan berhasil bikin penonton macem gua gak peduli sama hal itu.
Bukan cuma "hiburan kotor" berisi Awing (Ganindra Bimo) banci yang doyan Stripis, Yoga (Baim Wong) king of party, atau si lonte Laura (Tiara Eve) anak buah dari Mama Say (Agus Kuncoro). Jakrta Undercover jadi sebuah film yang bisa di bilang cerdas, banyak moment atau dialog di pake buat "nyindir" keadaan sekarang entah itu di Ibu kota atau di tempat lain.
Pras (Oka Antara) wartawan yang awalnya cuma dapet tugas dari Djarwo (Lukman Sardi) buat bikin artikel tentang anggota dewan. Sampe suatu malem pertemuan gak sengaja ama si banci Awing membawa Pras ke "tragedi" dan akhirnya masuk ke dalem kehidupan Yoga.
Kalau di ceritain kira-kira cuma segitu inti ceritanya tapi seperti yang gua bilang tadi, Jakarta Undercover adalah film "sakit" dengan banyaknya adegan yang cuma bisa di konsumsi orang dewasa di tingkat kesadaran 100% tanpa zat adiktiv apapun dalam otak.
Melalui cerita yang berani bawa sisi "gelap" Ibu kota dengan segala "hingar-binggarnya", Jakarta Undercover berhasil meyakinkan gua kalau Jakarta itu "keras". Banyak dialog yang bener-bener kerasa kalau itu "nyindir" entah karna penulisan naskah yang kacau atau emang terlampau hebat para penulisnya, sampe sarkas yang seharusnya kejam tapi terselubung di film ini blak-blakan kejamnya.
Persetan logika dan plot hole di sana-sini !!! Jakarta Undercover emang bukan karya sempurna tapi film ini berhasil hidup memberikan "jiwa" pada setiap setting tempat maupun karakternya terutama karakter Awing, Yoga dan Mami Say (yang ini scene'nya ke itung). Walau kadang gua kepikiran juga 'kenapa banyak "kebetulan" di film ini? Apa Jakarta sesempit itu?' .Tapi pertanyaan-pertanyaan kaya gitu cuma bertahan beberapa menit doank di otak gua yang artinya gua bener-bener menikmati film ini dari awal sampai akhir.
Cerita sebenernya sih terhitung klise, cuma seputa "pertemana" dan "cinta" tapi dengan kemasan menarik film ini jadi kayak punya "warna" sendiri
Jajaran Artis gak ada yang cacat dalam berakting semuanya keliatan banget buat maksimalin bakatnya, nyampe yang akting jadi orang gila (gua lupa ini nama pemeranya) bener-bener Anjay..
Rate-nya 8 dari 10
Ini bukan film sempurna macem the dark knight (ya kali ada yang bandingin sama TDK gendrenya aja beda?), masih banyak plot hole dan pembunuhan logika tapi tetep recommanded. Jakarta Undercover juga bisa di bilang menurut gua (penilaian pribadi) adalah salah satu film indonesia ter-Anjay tahun 2017 kemarin.
Inget ketika lu binggung buat bahas anggota dewan karna keburukannya sudah pada ke eksplose mending bahas prostitusi sama obat-obatan hahaha...
HAPPY WATCHING B*CTH
Tidak ada komentar:
Posting Komentar