Minggu, 03 Juni 2018

THE VISIT (2015) Kakek dan Nenek yang Bersahabat

Gimana kalau lu gak pernah liat wajah Kakek/Nenek lu, lalu suatu hari dapet kesempatan buat ngujungin mereka?
Senengkan? Senenglah kalau lu bukan orang yang 'anti sosial' pasti bakalan seneng.

Nah! masalahnya, gimana kalau Kakek/Nenek lu ternyata punya kelakuan yang lumayan menyimpang secara 'mental'?

Becca (Olivia DeJonge) dan adiknya Tyler (Ed Oxenbould) ngalamin hal itu, suatu hari mereka mutusin buat berangkat ke rumah Kakek/Neneknya dan nginep di sana selama beberapa hari selagi sang Ibu (Kathryn Hahn) jalan-jalan sama pacarnya (ia pacar, lu gak salah baca!)

Dua kakak beradik ini berangkat kesana dengan naik kereta, setelah turun mereka langsung si sambut sama Pop Pop/Kakek (Peter McRobbie) dan Nana/Nenek (Deanna Dunagan).

Awal-awal emang kayak sebuah film 'Drama keluaraga' dengan segala kehangatanya.
Namun, kejanggalan-kejanggalan mulai bahkan di malam pertama mereka nginep di rumah Kakek/Neneknya.

Film yang ngabil gaya 'Mockumanter' ala-ala film Rec emang selalu sukses bikin kesan 'Horror' meningkat.
Kalau di film Rec kita bakalan di suguhin sama pemandangan 'kegilaan' zombie, di film ini kita bakalan liat 'kegilaan' dari sosok Kakek dan Nenek yang misterius.

M. Night Shyamalan selaku sutradara yang terkenal karna film-filmnya selalu berujung sebuah 'twist' di film ini dia juga gak lupa buat 'nyelipin' hal yang udah jadi ciri khas-nya itu.

Filmnya sendiri cukup bagus dari penceritaan yang gak terlalu gimana-gimana, atmosfir 'Thiller' bener-bener kerasa, dan di tutup sebuah ending yang Anjay..
Bisa di bilang ini salah satu film Shyamalan dengan ending paling masuk akal, mudah di tebak tapi sulit di tebak (apaan sih?)

Rating 7 dari 10 bintang.

Film yang lumayan seru namun belum masuk film yang 'memorieble', banyak hal menarik dari film ini tapi masih sulit buat masuk kedalam fikiran dan di kenang selamanya seperti kamu !!

Tapi tetep buat penggemar film Horror Thiller, film ini sangat-sangat-sangat layak buat di tonton!!

HAPPY WATCHING apalah, kehabisan gua ide buat closing.

Selasa, 22 Mei 2018

DEADPOOL 2 (2018) Suck Movie, Suck Review

Apaan juga yang orang cari dari review film? Mungkin sebagian buat referensi atau sekedar nyari, ehem! 'Spoiler'

Nah gimana kalau gua spoiler besar-besaran soal film ini?
Enggaklah, masih coba gua tahan...
Masuk ke film, Deadpool 2 udah mulai babak awal dengan opening ala 007 dan 'bacotan' seputar Logan (Aka Wolverine) yang mati di filmnya terakhirnya dan dia juga bilang dirinya sendiri bakalan 'mati' di film ini.

Masalahnya si Deadpool (Ryan Renolds) gak bisa mati, mulai dari ngeledakin dirinya sendiri sama seisi rumahnya sampe di potong dua sama Jugernout (gua gak tau ini nama pemeranya siapa).
Ada banyak momen lucu di film Deadpool 2 ini bahkan lebih banyak dari film Deadpool pertama, kalau lu emang tipe orang yang ngikutin tipikan film gendre Superhero entah itu Marvel or Dc. Jokes di Deadpool 2 bakalan lebih mantap berasa, tapi kalau lu tipe orang yang bahkan binggung bedain mana Marvel mana Dc ya paling agak Hit and miss,


Yang gua salut dari film Deadpool 2 adalah kejutannya, kaya lu yang berharap Cable (ini pemerannya yang jadi Thanos di IW) bakalan jadi Villian (musuh) siap-siap tertipu!! Haha (ini masuk Spoiler gak? Tenang masih banyak kejutan lainnya)
Film ini juga bikin Deadpool lebih berani buat bawa-bawa orang dari Universe sebelah (DC universe yang gua maksud), kaya adegan dimana Deadpool di penjara mutan ngelawan Cable pertama kali, saat di tanya Cable"Who are you?" dia malah jawab "I am Batman" (Spoiler tahan woy...)


Bukan sekedar ajang becanda dan olok-olok Deadpool 2 juga berisi Action Fantastic, Gore, sampe benang merah ke X-man Universe yang makin jelas (walaupun makin membinggungkan juga) dan tujuan berikutnya ke X-force (kayaknya :v)
Action keren yang berasal dari ke 'beruntungan' Domino (gak tau gua nama pemerannya males nyari kagak ada kuota) tetep jadi yang paling Anjay, ini keren tapi konyol. Kalau adegan konyol tapi keren bagian si Colossus (udahlah ini juga gak tau nama pemerannya) masukin kabel ke pantat Jagernout. (Tahan bro tahan...!!!)
Yang gua dari binggung Deadpool 2 kok bisa Brad pitt di sini? (Kok mau?) di bayar berapa dia cuma buat kesetrum doank??
Di sisi lain seperti biasa setiap hal punya kekurangan, di Deadpool 2 sendiri masalah jokes yang bahas sana sini itu masil dalam 'kadar' secukupnya. Cuman masalah penceritaan Deadpool 2 keliatan buru-buru gak kaya Deadpool pertama, mungkin (mungkin ya..)

Deadpool 2 berasa kaya gitu karna penceritaan yang sangat sangat sangat sangat kompleks lebih dari film pertama, tapi untungnya masih enak buat di ikutin.


Rating'nya 8 dari 10 bintang (atau lebih?)


Deadpool 2 bener-bener 'suck' sampe detik terakhir jadi buat lu yang mau nonton saran jangan dulu pulang pas film selesai ada Credit Scene yang masih berhubungan dengan cerita film selanjutnya (kalau di bikin) serta sebuah komedi tentang Deadpool di X-men Origins Wolverine dan Green Lantren
Satu hal lagi, buat yang mau ajak keluarga ajak aja kata bang Pool juga ini film keluarga soal kepala melayang darah di mana mana seloh ae...
HAPPY WATCHING MADAFAKAH !!!

Sabtu, 19 Mei 2018

READY PLAYER ONE (2018) Menariknya Dunia Virtual

Film dengan banyak referensi dari 'Budaya Pop Modern' terutama seputar film dan game, Ready player one bukan cuma ngajak buat 'having fun' sepanjang film berlangsung, tapi juga bikin gua kegirangan sendiri ketika 'tokoh' tertentu muncul sekelebat dalam film ini contohnya kaya 'Teenage Mutan Ninja Turtle', sampe 'Mechagodzilla' bener-bener bikin gua gak bisa nahan nafsu buat 'tepuk tangan'.

Jalan cerita filmnya tentang Virtual reality (VR) yang berkembang pesat di tahun 2045 sampe punya tempatnya sendiri yang di sebut 'OASIS' Nah, setelah pemilik OASIS, Halliday (Mark Rylance) meninggal ada sebuah permainan di dunia OASIS buat ngerebutin tahta kepemilikan dunia virtual yang satu ini. Tentu setiap film pasti ada orang jahatnya, di film ini yang jadi orang jahat adalah 'IOI' sebuah organisasi yang juga bergerak di bidang teknologi di pimpin Sorrento ( Ben Mendelsohn).

Jujur dari akting semua tokohnya biasa aja gak ada yang gimana-gimana, mulai dari Tye Sheridan sampe Simon Pegg akting cuma dalam kadar 'cukup'. Meskipun begitu keseruan Ready Player One bener-bener 'totalitas' film yang full having fun dan penuh fantasy berhasil di realisasikan cukup 'Ciamik' gak nyoba buat jadi 'Keren' atau jadi film yang 'Berat' Ready Player One cuma pengen ngehibur dan nyatanya bagi gua itu berhasil.

Dengan dasar yang cukup mendalam pada budaya pop modern abad ini banyak moment 'Anjay' yang di selipin Spielberg buat 'Referensi' kaya adegan film Alien, sampe Terminator Atau munculnya karakter game Mortal Kombat sampe H.A.L.L.O.

Di samping itu semua bukan berarti film ini gak punya cacat sama sekali, masih ada banyak kekurang di film ini terutama buat lo yang ngasih ekspentasi lumayan tinggi buat film ini karna beberapa review dari orang terkenal. Mending jangan mikir apa-apa atau yang gimana-gimana diem aja sambil nunggu waktunya buat dihibur sekaligus nostalgia sama beberapa film atau game dari masa ke masa,

Buat orang yang bener-bener 'Nol' sama 'Budaya Pop Modern' mungkin bakalan susah ngikutin beberapa part terutama pas bagian 'analisa' jujur gua juga sempet hit and miss di bagian tertentu, Masalahnya kalau ada yg kelewat lu bakalan gak enggeh atau binggung tapi kalau beneran kena lu bakalan ngerasain sebuah kepuasan batin sambil sedikit tersenyum.

Rating 7,8 dari 10 Bintang

Gak ada yang istimewa dari film ini tapi yang istimewa adalah film ini, kira-kira gitulah. Hahaha apa sih gua?? Keknya ini tuliasan terkacau gua meski dalam keadaan 100% sadar.

Rabu, 09 Mei 2018

JAKARTA UNDERCOVER (2017) Film "Sakit" Dengan Banyak Niat Tersirat

  Bisa di bilang Jakarta Undercover tuh film "sakit" kenapa? Karna jarang ada film yang berani ngumbar tete Nikita Mirzani dan berhasil bikin penonton macem gua gak peduli sama hal itu.

  Bukan cuma "hiburan kotor" berisi Awing (Ganindra Bimo) banci yang doyan Stripis, Yoga (Baim Wong) king of party, atau si lonte Laura (Tiara Eve) anak buah dari Mama Say (Agus Kuncoro). Jakrta Undercover jadi sebuah film yang bisa di bilang cerdas, banyak moment atau dialog di pake buat "nyindir" keadaan sekarang entah itu di Ibu kota atau di tempat lain.

  Pras (Oka Antara) wartawan yang awalnya cuma dapet tugas dari Djarwo (Lukman Sardi) buat bikin artikel tentang anggota dewan. Sampe suatu malem pertemuan gak sengaja ama si banci Awing membawa Pras ke "tragedi" dan akhirnya masuk ke dalem kehidupan Yoga.

  Kalau di ceritain kira-kira cuma segitu inti ceritanya tapi seperti yang gua bilang tadi, Jakarta Undercover adalah film "sakit" dengan banyaknya adegan yang cuma bisa di konsumsi orang dewasa di tingkat kesadaran 100% tanpa zat adiktiv apapun dalam otak.

  Melalui cerita yang berani bawa sisi "gelap" Ibu kota dengan segala "hingar-binggarnya", Jakarta Undercover berhasil meyakinkan gua kalau Jakarta itu "keras". Banyak dialog yang bener-bener kerasa kalau itu "nyindir" entah karna penulisan naskah yang kacau atau emang terlampau hebat para penulisnya, sampe sarkas yang seharusnya kejam tapi terselubung di film ini blak-blakan kejamnya.

  Persetan logika dan plot hole di sana-sini !!! Jakarta Undercover emang bukan karya sempurna tapi film ini berhasil hidup memberikan "jiwa" pada setiap setting tempat maupun karakternya terutama karakter Awing, Yoga dan Mami Say (yang ini scene'nya ke itung). Walau kadang gua kepikiran juga 'kenapa banyak "kebetulan" di film ini? Apa Jakarta sesempit itu?' .Tapi pertanyaan-pertanyaan kaya gitu cuma bertahan beberapa menit doank di otak gua yang artinya gua bener-bener menikmati film ini dari awal sampai akhir.

  Cerita sebenernya sih terhitung klise, cuma seputa "pertemana" dan "cinta" tapi dengan kemasan menarik film ini jadi kayak punya "warna" sendiri

  Jajaran Artis gak ada yang cacat dalam berakting semuanya keliatan banget buat maksimalin bakatnya, nyampe yang akting jadi orang gila (gua lupa ini nama pemeranya) bener-bener Anjay..

  Rate-nya 8 dari 10

Ini bukan film sempurna macem the dark knight (ya kali ada yang bandingin sama TDK gendrenya aja beda?), masih banyak plot hole dan pembunuhan logika tapi tetep recommanded. Jakarta Undercover juga bisa di bilang menurut gua (penilaian pribadi) adalah salah satu film indonesia ter-Anjay tahun 2017 kemarin.

Inget  ketika lu binggung buat bahas anggota dewan karna keburukannya sudah pada ke eksplose mending bahas prostitusi sama obat-obatan hahaha...

HAPPY WATCHING B*CTH

Selasa, 08 Mei 2018

KNIGHT KRIS (2017) Animasi "Kentang" Karya Anak Bangsa

  Ini adalah tulisan pertama gua...

  kenapa Knight Kris? Karna ini film yang paling gua tunggu kemunculannya (dalam versi DvdRip). Sebuah film animasi yang katanya (kata Deddy Corbuzier) film ini mempunyai kualitas grafis baik.

  Atas dasar itu pula jadi alasan gua buat suka sama film ini bahkan sebelum filmnya sendiri rilis di bioskop, dan beberapa hari kemarin akhirnya gua bisa liat film Knight Kris dari hasil pencarian gua obrak-abrik Google semaleman.

  Diawali rentetan gambar dua dimensi (2D) dengan prolog meyakinkan seputar kisah awal Asura (BimaSakti) sang raksasa jahat, di menit-menit awal ini ekspentasi gua terhadap film Knight Kris makin menggila.

  Sayangnya pas gambar beralih ke animasi tiga dimensi (3d) pertama terlintas di fikiran gua tentang bocah 8 tahun yang namanya Bayu (Chika Jessica) bener-bener bukan karakter "likeble" dengan khayalannya berhasil bikin opening "tajem" malah jadi "kentang".

  Nah, si Bayu lah yang nantinya ngelepasin si Asura dari "penjaranya" dengan mencabut Kris dari kepala Asura.

  Dari sini petualangan Bayu di mulai, selain buat bikin jiper si raksasa Asura pake kesaktian Kris'nya Bayu juga bertujuan buat balikin orang-orang desa yang di kutuk jadi batu macem Malin Kundang sama si Asura.

  Tapi Bayu gak sendiri dalam misinya (ya masa ia sendiri?) Bayu punya patner "seorang" Monyet bernama Empu (BimaSakti juga yang ngisi suaranya), dan Sepupunya dari kota Rani (Stella Cornelia) yang amat lihai dalam "membunuh logika". Sayangnya transformasi Bayu menjadi seorang jagoan bisa di bilang lumayam malas buat di gali sepanjang film bergulir.

  Bocah 8 tahun berubah jadi macan dengan baju zirah ala pewayangan bernama Bayusekti (Deddy Corbuzier), turun ke medan pertempuran langsung bisa "main hantam" ama musuh. Gak ada ceritanya adegan gak sengaja menang kayak Pou di Kung-Fu Panda atau latihan yang harus di lalui Bayu demi bisa jadi Bayusekti. Suguhan cerita yang menurut gua pribadi lumayan datar, sampe endingnya sendiri gak di bikin beres alias "kentang"

  kalau dari animasinya sendiri bisa di sebut paling bagus sejauh ini, meski kadang gua mikir juga "ini animasi film kok geraknya mirip cutscene di ps?" tapi tetep gua apresiasi film ini karna keberanianya buat bikin film animasi dengan modal yang "katanya lagi" (katanya mulu?) habis nyape Puluhan Miliyar, Anjay !

  Sebenernya filmnya sendiri gak buruk-buruk amat, gak bagus juga!

Ibarat kayak lo liat cewek cantik di Thailand ternyata cowok, jadinya serba "kentang".

  Di balik cerita yang sebenernya punya potensi nilai jual yang amat sangat, Knight Kris cenderung menonjolkan Aksi dan Grafis di banding Cerita dan Dialog. Emang tujuan pasarnya buat anak-anak, tapi Ah sudahlah...

Pengisi suara yang berantakan juga jadi salah satu nilai kurang dari Knight kris ini, menurut gua yang "pecah" cuma Nahwara (Santosa Amin) si kaki tangan Ashura.

Rate-nya : 5 dari 10

Sisi baiknya selain grafis visual yang "aduhai" karya anak bangsa, bentuk dari karakter (yang bukan manusia normal) kerasa modern banget emang cocoklah buat anak-anak tapi kalau orang tua atau dewasa atau manula pengen nonton, kesampingkan sementara logika anda, lagian ini film animasi yang bukan buatan Disney jadi..

HAPPY WATCHING

THE VISIT (2015) Kakek dan Nenek yang Bersahabat

Gimana kalau lu gak pernah liat wajah Kakek/Nenek lu, lalu suatu hari dapet kesempatan buat ngujungin mereka? Senengkan? Senenglah kalau lu...